anak berbakat

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Anak berbakat secara umum adalah “mereka yang karena memiliki
kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi”.
Istilah yang sering digunakan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan-kemampuan
yang unggul atau anak yang tingkat kecerdasannya di atas rata-rata anak normal,
diantaranya adalah; cerdas, cemerlang, superior, supernormal, berbakat, genius, gifted,
gifted and talented, dan super.
Selama diberi kesempatan, anak-anak dapat menemukan sesuatu dari minat dan kemempuan mereka sendiri.Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga (kelas awal SD) berada pada rentangan dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek kongkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.
Sedangkan karakteristik perkembangan anak kelas satu, dua, dan tiga (kelas awal SD) biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya.Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar.
Oleh sebab itu tidak mengherankan pula semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka ”cepat menjadi pandai”. Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik was-was jika melihat adanya gejala-gejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. Misanya saja anak berumur tiga tahun yang sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun; atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa, dan lain-lain. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan ”perilaku aneh” dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa. Maka dari itu kiranya perlu peran guru dan orang tua bisa mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya kemampuan istimewa pada anak agar anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan istimewa seperti itu dapat diberi pelayanan pendidikan yang memadai.
Pendidikan/penangan khusus bagi anak-anak berbakat ini perlu sekali mendapat perhatian yang serius dari pemerintah ataupun lembaga pendidikan seperti yang telah diungkapkan di Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Padahal anak-anak berbakat tersebut tak bisa dipungkiri bahwa mereka merupakan aset yang sangat menentukan masa depan pendidikan dan masa depan bangsa ini.
B.    Rumusan masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam laporan ini sebagai berikut:
1.    Bagaimana konsep dasar perkembangan bakat anak SD?
2.    Bagaimana karakteristik perkembangan bakat anak SD?
3.    Bagaimana cara mengetahui kemampuan, bakat, dan masalah yang dihadapi anak SD?
C.    Tujuan penulisan laporan
Tujuan yang ingin dicapai adalah:
1.    Mengetahui konsep dasar perkembangan bakat anak
2.    Mengetahui karakteristik perkembangan bakat anak
3.    Dapat mengetahui juga mengungkap kemampuan, bakat juga membantu siswa dalam menhadapi permasalahannya.

BAB II
ISI LAPORAN

A. Konsep dasar dan karakteristik perkembangan bakat anak SD
1.    Konsep dasar bakat
Bakat merupakan suatu kemampuan bawaan yang masih perlu dikembangkan dan dilatih, karena tanpa latihan dan pengembangan, maka bakat tidak akan terwujud. Lingkungan anak seperti orang tua, guru dan pergaulan dengan teman sebaya atau sepermainan dapat berpengaruh terhadap terwujud atau tidaknya bakat seorang anak. Tercakup didalamnya adalah dorongan dan kesempatan yang diberikan orang tuanya lengkap dengan sarana dan prasarananya, maupun tempat tinggal anak. Selain itu juga lingkungan sekolah seperti sikap guru, kelengkapan sekolah, dll.
Menurut Verauli, bakat anak bersifat majemuk, tergantung peran orangtua untuk membantu mengarahkan potensi yang dimiliki si anak, dapat mencakup, antara lain:
1.    bakat musik;
2.    berpikir logis matematis;
3.    interpersonal;
4.    intrapersonal, dan sebagainya
Penyebab utama bakat-bakat tidak tampil, alias terpendam hingga dewasa, antara lain:
1.    Ketidakpekaan orangtua terhadap bakat buah hatinya;
2.    Tempat tinggal atau lingkungan yang minim fasilitas penunjang;
3.    Lemahnya atau kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Minat dan bakat memiliki perbedaan. Di sinilah orangtua harus mampu melihat, apakah si kecil memang berbakat terhadap sesuatu atau hanya sekedar berminat saja. “Misalnya, si kecil menunjukkan ketertarikan pada golf. Ketika dibawa ke lapangan golf, jika ia memegang stik bola dan antusias untuk bermain, dapat dipastikan ia berbakat. Tapi, jika ketertarikannya hanya sesaat saja, berarti itu hanya minat.

Anak yang berbakat, lanjutnya, biasanya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan cerdas. Ciri-ciri anak berbakat, antara lain:
1.    Dapat dengan mudah menangkap informasi yang disajikan;
2.    Memiliki ingatan yang baik;
3.    Memiliki penalaran tajam;
4.    Mampu berkonsentrasi dan senang mempelajarinya.
Orangtua harus tahu perbedaan antara anak yang cerdas dan kreatif.. Anak yang cerdas belum tentu kreatif. Begitu juga sebaliknya, anak yang kreatif belum tentu cerdas.”
Anak yang kreatif, biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar, punya banyak ide dan gagasan, serta mampu mengembangkan ide dan gagasannya tersebut. Ia juga memiliki daya imajinasi yang kuat, serta selalu senang mencoba hal-hal baru.

2.    Aspek dan karakteristik
Anak-anak berbakat istimewa secara alami memiliki karakteristik yang khas yang membedakannya dengan anak-anak normal. Karakteristik ini mencakup beberapa domain penting, termasuk di dalamnya : domain intelektual-koginitif, domain persepsi-emosi, domain motivasi dan nilai-nilai hidup, domain aktifitas, serta domain relasi sosial. Berikut disarikan beberapa karakteristik yang paling sering diidentifikasi terdapat pada anak berbakat istimewa pada masing-masing domain diatas. Namun demikian perlu dicatat bahwa tidak semua anak-anak berbakat istimewa (gifted) selalu menunjukkan atau memiliki semua karakteristik yang disebutkan di dalam daftar ini.

KARAKTERISTIK INTELEKTUAL-KOGNITIF
1.    Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang orisinal, gagasan-gagasan yang tidak lazim, pikiran-pikiran kreatif.
2.    Mampu menghubungkan ide-ide yang nampak tidak berkaitan menjadi suatu konsep yang utuh.
3.    Menunjukkan kemampuan bernalar yang sangat tinggi.
4.    Mampu menggeneralisir suatu masalah yang rumit menjadi suatu hal yang sederhana dan mudah dipahami.
5.    Memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam memecahkan masalah.
6.    Menunjukkan daya imajinasi yang luar biasa.
7.    Memiliki perbendaharaan kosakata yang sangat kaya dan mampu mengartikulasikannya dengan baik.
8.    Biasanya fasih dalam berkomunikasi lisan, senang bermain atau merangkai kata-kata.
9.    Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang diberikan.
10.    Memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.
11.    Mampu menangkap ide-ide abstrak dalam konsep matematika dan/atau sains.
12.    Memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat.
13.    Banyak gagasan dan mampu menginspirasi orang lain.
14.    Memikirkan sesuatu secara kompleks, abstrak, dan dalam.
15.    Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam waktu yang bersamaan dan cepat mengaitkan satu dengan yang lainnya.
KARAKTERISTIK PERSEPSI/EMOSI
1.    Sangat peka perasaannya.
2.    Menunjukkan gaya bercanda atau humor yang tidak lazim (sinis, tepat sasaran dalam menertawakan sesuatu hal tapi tanpa terasa dapat menyakiti perasaan orang lain).
3.    Sangat perseptif dengan beragam bentuk emosi orang lain (peka dengan sesuatu yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain).
4.    Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
5.    Peka dengan adanya perubahan kecil dalam lingkungan sekitar (suara, aroma, cahaya).
6.    Pada umumnya introvert.
7.    Memandang suatu persoalan dari berbagai macam sudut pandang.
8.    Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal baru
9.    Alaminya memiliki ketulusan hati yang lebih dalam dibanding anak lain.
KARAKTERISTIK MOTIVASI DAN NILAI-NILAI HIDUP
1.    Menuntut kesempurnaan dalam melakukan sesuatu (perfectionistic).
2.    Memiliki dan menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri sendiri dan orang lain.
3.    Memiliki rasa ingin tahu dan kepenasaran yang sangat tinggi.
4.    Sangat mandiri, sering merasa tidak perlu bantuan orang lain, tidak terpengaruh oleh hadiah atau pujian dari luar untuk melakukan sesuatu (self driven).
5.    Selalu berusaha mencari kebenaran, mempertanyakan dogma, mencari makna hidup.
6.    Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai filsafat yang seringkali sulit dipahami orang lain.
7.    Senang menghadapi tantangan, pengambil risiko, menunjukkan perilaku yang dianggap “nyerempet-nyerempet bahaya” .
8.    Sangat peduli dengan moralitas dan nilai-nilai keadilan, kejujuran, integritas.
9.    Memiliki minat yang beragam dan terentang luas.

KARAKTERISTIK AKTIFITAS
1.    Punya energi yang seolah tak pernah habis, selalu aktif beraktifitas dari satu hal ke hal lain tanpa terlihat lelah.
2.    Sulit memulai tidur tapi cepat terbangun, waktu tidur yang lebih sedikit dibanding anak normal.
3.    Sangat waspada.
4.    Rentang perhatian yang panjang, mampu berkonsentrasi pada satu persoalan dalam waktu yang sangat lama.
5.    Tekun, gigih, pantang menyerah.
6.    Cepat bosan dengan situasi rutin, pikiran yang tidak pernah diam, selalu memunculkan hal-hal baru untuk dilakukan.
7.    Spontanitas yang tinggi.
KARAKTERISTIK RELASI SOSIAL
1.    Umumnya senang mempertanyakan atau menggugat sesuatu yang telah mapan.
2.    Sulit melakukan kompromi dengan pendapat umum.
3.    Merasa diri berbeda, lebih maju dibanding orang lain, merasa sendirian dalam berpikir atau pada saat merasakan suatu bentuk emosi.
4.    Sangat mudah jatuh iba, empatik, senang membantu.
5.    Lebih senang dan merasa nyaman untuk berteman atau berdiskusi dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua.
B.Instrumen dan pengamatan
Instrument yang saya gunakan adalah wawancara siswa dan orangtua siswa. Saya  mewawancarai yang pertama bernama :
Nama        : Putri intan kumala
Kelas        : II (dua)
Sekolah    : SDN 21 cakranegara

Instrument pertanyaan
No.    Pertanyaan    Jawaban
Orang tua    Siswa
1.     Bagaimana hasil belajar siswa?     Hasil belajar intan selama sekolah sangat baik, setiap semesteran selalu mendapatkan rangking satu.
2.    Siapa yang berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa?    Kedua orang tua intan dan guru disekolah
3.    Mata pelajaran apa yang mendapat nilai terbaik?    Bahasa Indonesia, matematika, ipa
4.     Apa yang sering dikerjakan siswa disekolah?        Saat jam istirahat intan selalu bermain bersama teman-temannya dilapangan sekolah
5.    Dimana tempat yang sering dikunjungi siswa saat disekolah?        Lapangan sekolah, karena disekolah tersebut belum ada perpustakaannya
6.    apa yang menjadi cita-cita siswa?        Intan bercita-cita menjadi guru
7.    Apakah siswa sudah mulai mengarahkan diri untuk meraih cita-citanya?        Sudah, intan sering bermain bersama teman-temannya dan memperaktekkan dirinya sebagai guru
8.    Apa yang menjadi kegemaran siswa disekolah?        Bermain bulu tangkis, lompat tali
9.    Mata pelajaran apa yang paling disukai siswa?        Matematika
10.    Bagaimana nilai mata pelajaran tersebut?        Baik, mendapat nilai 90 dan 100
11.    Bagaimana perasaan siswa dalam mengikuti mata pelajaran tersebut?        Senang, karena pelajarannya berhitung
Siswa yang ke dua :
Nama         : Muhammad zaqy
Kelas         : V (lima)
Sekolah    : SD Integral lukman hakim
Instrument pertanyaan
No.    Pertanyaan    Jawaban
Orang tua    Siswa
1.     Bagaimana hasil belajar siswa?     .hasil belajar siswa baik, zaqi selalu masuk 10 besar
2.    Siapa yang berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa?    Oranng tua dan guru disekolah
3.    Mata pelajaran apa yang mendapat nilai terbaik?    Bahasa ingris dan penjaskes
4.     Apa yang sering dikerjakan siswa disekolah?        Main bola bersama teman-temannya
5.    Dimana tempat yang sering dikunjungi siswa saat disekolah?        Lapangan sepak bola
6.    apa yang menjadi cita-cita siswa?        Menjadi pemain sepak bola terkenal
7.    Apakah siswa sudah mulai mengarahkan diri untuk meraih cita-citanya?        Sudah, karena zaqy sering sekali main bola dan mata pelajaran penjaskes pelajaran yang disukai dan mendapat nilai baik di penjaskes
8.    Apa yang menjadi kegemaran siswa disekolah?        Main bola
9.    Mata pelajaran apa yang paling disukai siswa?        Bahasa inggris
penjaskes
10.    Bagaimana nilai mata pelajaran tersebut?        Nilainya baik karena mata pelajaran yagn disukai
11.    Bagaimana perasaan siswa dalam mengikuti mata pelajaran tersebut?        Senang  karena mata pelajaran olahraga

C. Analisis dan kesimpulan hasil pengamatan
•    Dari hasil wawancara dengan Intan dan ibu Suriati, dapat ditarik kesimpulan bahwa Intan memiliki hasil belajar yang sangat baik disekolahnya, dengan dukungan kedua orang tuanya yang menbuat intan semakin semangat untuk belajar. Mata pelajaran yang mendapat nilai terbaik adalah matematika, bahasa Indonesia dan Ipa, tapi Intan tidak merasa bosan dalam mengukiti mata pelajaran yang lain di kelas, seperti pelajaran Ips, Kewarganegaraan, agama, mulok, penjaskes. Intan menyukai pelajaran Matematika dan nilainya sangat bagus dipelajaran tersebut. Intan bercita-cita menjadi seorang guru, intan sering bermain dengan teman-temannya dan dia menjadi dan Intan berperan sebagai gurunya. Selain hasil belajar disekolahnya yang baik Intan juga memiliki bakat dalam tari, membaca puisi, dan piato, Intan juga sering mengikiti lomba di sekolah dan di lingkungan rumahnya. Sayangnya di SDN 21 Cakranegara tidak memiliki perpustakaan dan ekstrakulikuler untuk siswanya, jadi siswa disana tidak dapat mengembangkan bakatnya dengan baik. Jam istirahat hanya digunakan untuk bermain oleh siswa-siswanya dan duduk diam di kelas bagi siswa yang malas. Di sini peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan bakat anaknya karena di sekolahnya tidak memiliki lahan untuk mengembangkan bakat siswanya.

•    Dari hasil wawancara dengan zaqy dan orang tua zaqy dapat disimpulkan bahwa zaqy merupakan anak pintar disekolahnya dengan hasil belajar yang baik dan rengkingnya selalu masuk dalam 10 besar, dengan dukungan orang tua dan gurunya disekolah zaqy dapat belajar dengan baik, ditamba lagi dengan fasilitas disekolahnya, yang lengkap dengan perpustakaan dan siswa dapat mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan apa yang diinginkan. Zaqy menyukai pelajaran Bahasa Inggris dan Penjaskes, nilai Zaqy di pelajaran tersebut baik, yang sering dilakukan zaqy di sekolahnya selain belajar di kelas adalah bermain sepak bola bersama teman-temannya, Zaqy bercita-cita jadi pemain sepak bola terkenal, sehinggan Zaqy senang sekali bermain sepak bola, orang tua zaqy sangat mendukung cita-cita anaknya dengan menyiapkan semua fasiliata sepak bola buat anaknya. Sekolah zaqy juga menyiapkan ekstrakulikuler buat siswanya.jadi anak dapat mengembangkan bakat sesuai dengan apa yang diinginkan dan zaqy berbakat dalam olahraga yaitu bermain bola.

BAB III
PENUTUP
•    Kesimpulan dan saran
Dari hasil wawancara yang saya lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa bakat anak dapat dilihat dan dikembangkang dengan batuan orang-orang yang ada disekitarnya, lingkungan juga sangat berpengruh dalam perkembangan bakat yang dimiliki oleh anak. Sebagai orang tua hurus bisa membedakan antara bakat dan minat yang dimiliki anaknya, dengan demikian orangtua bisa menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk perkembangan bakat yang dimiliki oleh anaknya. Guru disekolah dan teman sepermainan anak sangat membantu perkembangan bakat anak tersebut. Orang tua yang tidak peka terhadap bakat yang dimiliki anaknya maka bakat yang dimiliki oleh anak tersebut tudak akan berkembang dan akan terpendam sampai ia dewasa.
Bagi guru dan kepala sekolah diharapka dapat menyediakan lahan untuk perkembangan bakat yang dimiliki oleh siswanya, seperti ekstrakulikuler yang dapat mengisi waktu kosong anak saat istirahat atau libur agar anak dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya. Dengan demikian anak bisa berprestasi tidak hanya di bidang akademiknya tetapi anak dapat juga berprestasi di bakat yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/humanities/1896312-kenali-bakat-anak-sejak-dini/
http://giftedindonesia.wordpress.com/2008/04/23/karakteristik-anak-berbakat-istimewa-gifted-child/
http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/08/penilaian-afektif.pdf
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/10/08065762/Cara.Mengenali.dan.Mengasah.Bakat.Anak.
http://education-mantap.blogspot.com/2010/10/karakteristik-anak-berbakat-gifted.html
http://yulia-putri.blogspot.com/2010/05/karakteristik-anak-dengan-kebutuhan_1024.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

kekerasan anak

Kelas 6
    Wawancara dengan guru
Dari hasil wawancara yang saya lakukan dengan guru kelas 6 di SDN 1 LANGKO,  guru kelas 6 mengatakan di kelas 6 hampir tidak ada masalah atu konflik hanya saja siswa kelas 6 pernah bertengkar dengan siswa kelas empat dan siswa kelas empat tersebut mengadu kepada orang tuanya, kemudian orang tuanya datang ke sekolah untuk menanyakan masalah tersebut kepada guru disekolah tetapi tidak terjadi konflik yang besar dan orang tua siswa tersebut bisa mengerti dengan masalah yang biasa di hadapi siswa SD selain itu ada juga masalah siswa kelas 6 dengan guru penjaskes, masalah ini tidak terlalu serius karena guru menjaskes hanya membentak siswa tersebut dengan alasan nakal dan susah diatur. Konflik antara siswa dan guru penjaskes ini juga diselesaikan dengan baik dan dengan cara musyawara oleh guru-guru yang ada di SDN 1 LANGKO. Guru kelas 6 sudah lama mengajar di SDN 1 LANGKO dan hubungan guru kelas 6 dengan guru yang lain cukup baik dan begitu juga dengan Kepala Sekolahnya.
    Wawancara dengan siswa
Dari hasil wawancara saya dengan siswa kelas 6 yang bernama Zulhaidir, siswa tersebut mengatakan bahwa tidak pernah ada perkelahian di kelasnya,
Hasil observasi yang saya lakukan berbeda dengan hasil wawancara yang saya terima. Di SDN 1 LANGKO khususnya kelas 6 yang saya observasi memang hampir tidak pernah ada konflik antara siswa maupun guru tetapi siswa kelas 6 kurang menghargai gurunya yang mengajar di depan kelas, hal tersebut karena gurunya terlalu memberikan siswanya kebebasan untuk menguluarkan pendapatnya dan guru kelas 6 tidak menampakkan wibawanya didepan siswa sehingga siswanya menganggap guru kelasnya seperti teman bermainnya disekolah. Hal tersebut dapat berdampak buruk unuk perkembangan kepribadian siswa, di harapkan seorang guru dapat lebih tegas kepada siswanya dan dapat berkomunikasi dengan orang tua siswa karena faktor lingkungan siswa juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan keperibadian peserta didik.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

silabus

SILABUS
Nama sekolah        :
Mata pelajaran        : kewarganegaraan
Kelas/semester    : IV/1
Alokasi waktu        : 8 x 45 menit (4 x pertemuan)
Standar kompetensi     :  1. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan
Kompetensi dasar    Materi pokok/pembelajaran    Indicator     Kegiatan pembelajaran    Penilaian     Media/sumber belajar    Alokasi waktu
1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan     Sistem pemerintahan desa dan kecamatan    1.    Menjelaskan apa itu pemerintahan desa dan kecamatan
2.    Memberikan contoh lembaga-lembaga yang bertugas di pemerintahan desa
3.    Memberikan contoh lembaga-lembaga yang bertugas  pemerintahan kecamatan
4.    Menyebutkan tugas-tugas dan fungsi lembaga pemerintahan desa dan keccamatan    1. membaca penjelasan tentang pemerintahan desa dan kecamatan
2. mencari informasi dari berbagai sumber tentang lembaga-lembaga pemerintahan desa
3. mencari informasi dari berbagai sumber tentang lembaga pemerintahan kecamatan
4. mencari informasi tentang tugas dan fungsi lembaga pemerintahan desa dan kecamatan     Tes
Non tes    –    Bestari, Prayoga. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas IV SD/MI. 2008. Bandung : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
–    Gamabar
–    Papan tulis, spidol
4×45 menit
(2xperemuan)
1.2 menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan    Susunan pemerintahan desa dan kecamatan    1.    Menggambar struktur  organisasi pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa
2.    Menjelaskan  persamaan  dan  perbedaan antara pe- merintahan  desa dan kelurahan.
3.    Menjelaskan tugas pejabat yang duduk dalam organisasi pemerintah desa  dan  kecamatan  di  tempat tinggalnya.    1.    Mencari  informasi  dari berbagai  sumber  tentang bentuk struktur organisasi pemerintahan  desa  dan pemerintah kecamatan.
2.    Berdiskusi  tentang  per- bedaan  dan  persamaan antara pemerintahan desa dan kelurahan.
3.    Melakukan  kunjungan  ke kantor desa atau kecamat- an   untuk   memperoleh informasi  tentang  pejabat yang duduk dalam organi- sasi  pemerintahan  desa dan  kecamatan  di  ling- kungan tempat tinggalnya.
•     Membuat laporan    Tes
Non tes    –    Bestari, Prayoga. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas IV SD/MI. 2008. Bandung : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
–    Gamabar
–    Papan tulis, spidol
4×45 menit
(2xpertemuan)

SILABUS
Nama sekolah        :
Mata pelajaran        : kewarganegaraan
Kelas/semester    : IV/1
Alokasi waktu        : 8×45 menit (4xpertemuan)
Standar kompetensi     :  2. Memahami system pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi
Kompetensi dasar    Materi pokok/pembelajaran    Indikator     Kegiatan pembelajaran    Penilaian     Media/sumber belajar    Alokasi waktu
2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi     Lembaga pemerintahan kabupaten,  kota dan provinsi    1.    Menjelaskan  hakikat    pemeritahan  kabupaten, kota, dan provinsi.
2.    Menjelaskan  susunan  lembaga-lembaga pemerin- tahan  kabupaten, kota, dan provinsi.
3.    Menjelaskan cara pemilihan  kepala daerah  sebagai bentuk  pelaksanaan demokrasi    1.    Mencari informasi dari ber- bagai sumber tentang pe- ngertian pemerintahan ka- bupaten, kota, dan provinsi.
2.    Mencari informasi dari ber- bagai  sumber  tentang lembaga-lembaga pemerin- tahan  kabupaten,  kota, dan provinsi.
3.    Berdiskusi  tentang  tata cara  pemilihan  kepala daerah  sebagai  bentuk pelaksanaan demokrasi..    Tes
Non tes    –    Bestari, Prayoga. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas IV SD/MI. 2008. Bandung : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
–    Gamabar
–    Papan tulis, spidol
4×45 menit (2xpertemuan)
2.2 menggambarkan struktur organisasi kabupaten, kota, provinsi    Susunan organisasi kabupaten, kota dan privinsi    1.    Menggambar struktur  organi- sasi  kabupaten, kota, dan provinsi.
2.    Menjelaskan lem- baga-lembaga penyelenggara pemerintah daerah.
3.    Menjelaskan tugas dari masing- masing  lembaga dalam    struktur organisasi  kabu- paten,  kota,  dan provinsi.    1. Mencari informasi dari ber- bagai   sumber   tentang struktur  organisasi  peme- rintahan  kabupaten,  kota, dan provinsi.
2. Mencari informasi dari berbagai   sumber   tentang lembaga-lembaga  yang menyelenggarakan pemerintahan  kabupaten,  kota, dan provinsi.
3. Mencari informasi dari berbagai   sumber   tentang tugas masing-masing lembaga dalam struktur organisasi pemerintahan kabupaten,  kota,  dan  provinsi.    Tes
Non tes    –    Bestari, Prayoga. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas IV SD/MI. 2008. Bandung : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
–    Gamabar
–    Papan tulis, spidol
4×45 menit
(2x pertemuan)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

budaya sumbawa

BUDAYA SUMBAWA

BARAPAN KEBO’

Konon karapan kebo adalah permainan rakyat yang hanya ada di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Barapan kebo berupa sepasang kerbau yang beradu kecepatan lari, yang dikendalikan seorang joki. Kerbau yang lari lebih cepat dan mampu menjatuhkan sakak (tiang kayu) di garis finis, itulah pemenangnya. Untuk merobohkan sakak ada sandro (dukun) yang dengan kekuatan ilmunya bisa mengecohkan ternak dan jokinya.
Kerbau balap tidak sembarangan,namun biasanya memiliki ciri khusus berupa pusaran pada bulunya.tanda itu jumlahnya seimbang pada bagian tubuhnya, misalnya, dua pusaran masing-masing dikiri dan kanan tubunya. Yang terbaik, putaran itu berada pada bagian tengkuk dan diantara kedua mata kerbau.
Kepalanya selalu memandang tegak kedepan, dan tanduknya tumbuh sempurna melengkung keatas. Ciri-ciri itu dimiliki sepasang kerbau yang kelak jadi petarung dalam barapan. Sebelum jadi atlit, duet kerbau dilatih berlari di sungai yang kebetulan airnya lagisurut, atau di tempat khusus yang di sediakan pemilik kerbau. Lama kerbau dilatih sebelum turun ke arena kompetisi, tidak ada target waktunya.
Kerbau ini dilengkapisejumlah peralatan bertanding seperti noga, sebatang kayu dengan panjang 2,5 meter yang dipasang pada punduk kedua binatang itu. Dibagian tengah noga ada kayu memanjang kebagian belakang badan kerbau, dan bagian ujung katu itu tedapat kareng untuk pijakan sang joki.

Dengan mangkar (cemeti/cambuk), sang joki berdiri dibagian ujung kayu yang memanjang kebagian belakang badan kerbau dan di bawa lari oleh ternak itu dari pelepas/garis start kesakak (bisa berbentuk patung kayu) sebagai garis finis. Batas arena lomba juga ditandai kayu dosebut panjang.di dekat sakak berdiri seorang sandro selaku wasit,yang member komando dengan peluit saat permainan dimulai.
Joki dan ternak harus merobohkan sakak,sehingga dinyatakan sebagai pemenang.hanya saja untuk menjatuhkan sakak tidak gampang, karena di seputar sakak itu berdiri seorang sandro yang dengan kemampuian ilmunya berupaya mengecohj ternak dan joki.

Di sinilah tampak pertarungan di mulai, karena ada sandro di sakak dan joki yang di lindungi oleh sandronya saling baku ilmu. Kebanyakan orang tidak percaya karena dua meter dari garis finis kerbau bias lari keluar dari garis pancang, atau jokinya terpental dari kareng, peserta yang keluar dari ancang atau tidak mampu merobohkan sakak dinyatakan di diskualifikasi.
Di masa lampau permainan ini malah lebih ganas lagi, karena ada kerbau yang tandikunya tiba-tiba copot dari kepalanya. Sebaliknya, sandro penjaga sakak buru-buru minggir, bila tidak mampu menahan kekuatan ilmu sang joki sdan sandronya.
Bukan seperti pacuan kuda yang dalam tiap rondenya beradu lari, namun dalam barapan ini seoasang kerbau secara bergiliran baku lari darigaris star ke garis finis. Yang merobohkan sakak dan yang memiliki  waktuyang tercepat yang tampil sebagai pemenang.
Arena bertanding umumnya di sawah yang berair dan berlumpuh. Tinggi permukaan air dan ketebalan lumpur, tergantung panjang-pendeknya areal sawah tempat kompetisi. Bila areal sepanjang 50 meter, maka Volume air sawah diupayakan lebih banyak, biar lapangan relatife becek, sekaligus di jadikan faktor kesulitan bagi peserta. Bila petak sawak sepanjang 100 meter, maka airnya lebih kering.

Awalnya, menurut tuturan dari mulut ke mulut,pacu kerbau ini merupakan acara selamatan yang muncul dari tradisi bertani penduduk, khususnya saat musim tanam padi. Menjadikan tanah yang siap di Tanami padi mesti di bajak tiga kali. Karena jenis tanah sawah di Kabupaten Sumbawa umunya berupa tanah liat, dan terbatasnya hari hujan hanya bias ditanami padi sekali setahun.
Disebabkan kondisi iklim yang kurang bersahabat di tanah Samawa yang hari hujannya relative pendek. Tidakheran sawah hanya digarap sekali setahun, bercocok tanam padi pada musim hujan dan tanahnya di biarkan kosong dalamwaktu yang lama dan ketika awal musim tanam padi tiba tanah sawahagakalotdi bajak. Mungkin untuk  memperpendek waktu, pemilik sawah bersedia sawahnya di pakai uintuk arena lomba, biar tanah cepat lembur oleh pijakan kaki puluhan kerbau.
Kebiasaan it uterus berkembang sampai sekarang, bahkan dilaksanakan saban tahun, baik untuk kepentingan amal (menghimpun dana bagipembangunan masjid, mushalla, dan lain-lain), maupun dipertandingan yang pemenangnya de sediakan hadiah seperti piala, kain sarung, kain bakal baju (batik), dfan televise. Hamper setiap desa menyelenggarakan barapan, malah panitianya sampai mengundang peserta dari luar desa.
Kalau lagi musim tanam, baterai radio di jaga agar tidak soak, karena para pemilik kerbau pacu mendengar pengumuman adanya barapoan biasanya lewat radio. Makanya jangan harap kita dipinjamin radio.
Sejalan dengan perkembangan pariwisata, pacu kerbau lalu dijadikan suguhan bagi wisatawan. Beberapa hotel menjual permainan rakyat ini sebagai paket wisata bagi para tourist. Sebagai saling ajang adu kekuatan ilmu, barapan ini bisa di katakan pula arena bursa bagi kerbau, ini mengingat kerbau yang menang berkompetisi nilaijualnya amat tinggi, 20 juta sampai 30 juta per ekor. Ini pun belum tentu pemiliknya mau menjualnya.malah sebelum jadi petanding dalam pentas barapan, asalkan memiliki cirri-ciri khusus sebagaimana ciri-ciri kerbau yang bagus di jadikan atlit, bisa berharga 6 juta sampaai 8 juta per ekor. Jauh lebih mahal di banding harga pasar seekor kerbau untuk pemeliharaan atau kerbau potong yang berkisar 2 juta sampai 4 juta per ekor.

Negatif :
Barapan kerbau di jadikan sebagai ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandroyang menjaga sakak (garis finis). Hal ini sering terjadi dalam setiap barapan kerbau, ini mesti di rubah karena akan berdampak buruk bagi generasi muda di tanah Samawa yang akan meneruskan Kebudayaan Sumbawa.
•    Hal yang mesti di rubah adalah barapan kerbau yang dijadikan ajang tempat mengadu ilmu antara joki, sandro, dan sandro penjaga sakak ( garis finis).
•    Perubahan yang harus kita lakukan adalah menjadikan barapan kebo tersebut sebagai kebudayaan yang di lakukan tiap tahunnya pada musim tanam padi, tidak menjadikan kebudayaan tersebut sebagai tempat ajang mengadu ilmu. Kebudayaan yang kita miliki harus di kembangkan agar para wisatawan tertarik untuk dating ke Pulau Sumbawa karena keunikan dan keragaman budayanya.

Positif :
•    Kegiatan inisering di jadikan untuk kepentingan amal, dalam menghimpun dana untuk pembangunan Masjid, Mushalla,sekolah dan lain-lain.
•    Semakin berkembangnya pariwisatya, kebudayaan barapan kebo dapat di jadikan suguhan bagi wisatawan dan tamu-tamu dari luar daerah.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah        :
Mata pelajaran        :  IPA
Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Kelas / Semester    : IV / II
Alokasi Waktu         :  1 x pertemuan ( 2 x 35 menit )

A. Standar Kompetensi
•    Ilmu Pengetahuan Alam
11. memahami hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat.
•    Kewarganegaraan
4. menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya
•    Bahasa Indonesia
Menulis
8. mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak
B. Kompetensi Dasar
•    Ilmu pengetahuan Alam
11.1 menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan.
•    Kewarganegaraan
4.1 memberi contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya
•    Bahasa Indonesia
8.1 menyusun karangan tentang berbagai topic sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
C. Indikator
•    Ilmu Pengetahuan Alam
11.1.1 menyebutkan macam-macam sumber daya alam
11.1.2 menjelaskan pengertian sumber daya alam
11.1.3 menjelaskan hubungan sumber daya alam dengan lingkungannya
11.1.4 menjelaskan cara pemulihan sumber daya alam
•    Kewarganegaraan
4.1.1 menjelaskan proses terjadinya globalisasi dalam kehidupan sehari-hari
4.1.2 menyebutkan bukti globalisasi di lingkungan masyarakat
4.1.3 menentukan sikap terhadap pengaruh positif dan negative di era globalisasi
•    Bahasa Indonesia
8.1.1 memilih topic yang tepat sesuai karangan
8.1.2 mengetahui penulisan yang benar sesuai dengan penggunaan ejaan
8.1.3 membuat karangan dengan memperhatikan penggunaan ejaan yang benar

D. Tujuan pembelajaran
Siswa diharapkan dapat :
•    Ilmu pengetahuan Alam
1.    Menjelaskan pengertian sumber daya alam
2.    Mengelompokkan macam-macam sumber daya alam
3.    Menjelaskan kegunaan sumber daya alam dengan lingkungan sekitar
4.    Menguraikan cara pemulihan sumber daya alam
•    Kewarganegaraan
1.    Menjelaskan pengertian globalisasi
2.    Menjelaskan perubahan yang terjadi akibat dari pengaruh globalisasi
3.    Menentukan sikap dari pengaruh globalisasi
•    Bahasa Indonesia
1.    Memilih topic yang tepat dalam membuat suatu karangan
2.    Mengetahui secara jelas penggunaan ejaan yang benar dalam menulis karangan
3.    Membuat karangan yang sesuai dengan penggunaan ejaan
E. materi pembelajaran
•    Sumber daya alam
•    Globalisasi
•    Karangan
F. Srategi Pembelajaran
•    Pendekatan : PAIKEM
•    Metode pembelajaran  :
1.    Demonstrasi
2.    Tanya jawab
3.    Tugas
4.    Cooperative Learning
G. Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal ( 10 menit )
Kegiatan guru    Kegiatan siswa
1.    Guru mengucapkan salam
2.    Guru mengabsen siswa
3.    Apersepsi
4.    Menyampaikan tujuan pembelajaran
5.    Memotivasi siswa    1. Membalas salam guru
2.  memperhatikan guru
3.  mengikuti perintah guru

b. Kegiatan Inti ( 50 menit )
Kegiatan guru    Kegiatan siswa
1.    Menanyakan pengetahuan dasar siswa tentang sumber daya alam.
2.    Mengembangkan jawaban masing-masing siswa.
3.    Membagikan kelompok
4.    Menjelaskan contoh sumber daya alam yang sudah terpengaruh globalisasi
5.    Meminta  siswa menyebutkan contoh lain dari sumber daya alam yang sudah terpengaruh globalisasi
6.    Mengajak siswa untuk berkreasi membuat suatu karya yang bertemakan tradisionak dan modern (alat dan bahan disediakan guru).
7.    meminta siswa menuliskan secara singkat tentang hasil karya yang mereka buat.
8.    meminta siswa mempresentasikan hasil kreasi mereka didepan kelas.
1. menjawab pertanyaan guru
2. mendengarkan guru
3. menjawab pertanyaan guru
4. mengikuti petunjuk guru
5. Membuat karangan secara berkelompok
6. mempresentasikan hasil kelompok
c. kegiatan penutup (10 menit)
Kegiatan guru    Kegiatan siswa
1.    memberikan evaluasi
2.    memberikan pesan moral dan kesimpulan
3.    menutup pembelajaran    1. mengikuti proses evaluasi
2. memperhatikan guru
Merapikan peralatan pembelajaran

H. Media dan Sumber Belajar
Alat peraga :
•    Gambar-gambar sumber daya alam
•    Gambar-gambar globalisasi
•    Alat dan bahan karya siswa
    Kertas manila
    Kertas lilin
    Kertas lipat
    Sterofom
    Lem
    Gunting
     toples
    Dooubeltip
    Bambu
    Daun
    Batang Pohon pisang
    Daun kelapa
    Pisau

Sumber belajar :
•    Buku IPA kelas 4
•    Buku KWN kelas 4
•    Buku Bahasa Indonesia kelas 4

I. Evaluasi
Prosedur Penilaian :Proses dan Evaluasi hasil
Jenis Penilaian : Tes tertulis dan unjuk kerja
Bentuk penilaian : Uraian

Mataram,
Guru Kelas,

(                )

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

cara ku

inilah caraku membuat tugas….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar