anak berbakat

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Anak berbakat secara umum adalah “mereka yang karena memiliki
kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi”.
Istilah yang sering digunakan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan-kemampuan
yang unggul atau anak yang tingkat kecerdasannya di atas rata-rata anak normal,
diantaranya adalah; cerdas, cemerlang, superior, supernormal, berbakat, genius, gifted,
gifted and talented, dan super.
Selama diberi kesempatan, anak-anak dapat menemukan sesuatu dari minat dan kemempuan mereka sendiri.Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga (kelas awal SD) berada pada rentangan dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek kongkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.
Sedangkan karakteristik perkembangan anak kelas satu, dua, dan tiga (kelas awal SD) biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya.Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar.
Oleh sebab itu tidak mengherankan pula semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka ”cepat menjadi pandai”. Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik was-was jika melihat adanya gejala-gejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. Misanya saja anak berumur tiga tahun yang sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun; atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa, dan lain-lain. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan ”perilaku aneh” dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa. Maka dari itu kiranya perlu peran guru dan orang tua bisa mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya kemampuan istimewa pada anak agar anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan istimewa seperti itu dapat diberi pelayanan pendidikan yang memadai.
Pendidikan/penangan khusus bagi anak-anak berbakat ini perlu sekali mendapat perhatian yang serius dari pemerintah ataupun lembaga pendidikan seperti yang telah diungkapkan di Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Padahal anak-anak berbakat tersebut tak bisa dipungkiri bahwa mereka merupakan aset yang sangat menentukan masa depan pendidikan dan masa depan bangsa ini.
B.    Rumusan masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam laporan ini sebagai berikut:
1.    Bagaimana konsep dasar perkembangan bakat anak SD?
2.    Bagaimana karakteristik perkembangan bakat anak SD?
3.    Bagaimana cara mengetahui kemampuan, bakat, dan masalah yang dihadapi anak SD?
C.    Tujuan penulisan laporan
Tujuan yang ingin dicapai adalah:
1.    Mengetahui konsep dasar perkembangan bakat anak
2.    Mengetahui karakteristik perkembangan bakat anak
3.    Dapat mengetahui juga mengungkap kemampuan, bakat juga membantu siswa dalam menhadapi permasalahannya.

BAB II
ISI LAPORAN

A. Konsep dasar dan karakteristik perkembangan bakat anak SD
1.    Konsep dasar bakat
Bakat merupakan suatu kemampuan bawaan yang masih perlu dikembangkan dan dilatih, karena tanpa latihan dan pengembangan, maka bakat tidak akan terwujud. Lingkungan anak seperti orang tua, guru dan pergaulan dengan teman sebaya atau sepermainan dapat berpengaruh terhadap terwujud atau tidaknya bakat seorang anak. Tercakup didalamnya adalah dorongan dan kesempatan yang diberikan orang tuanya lengkap dengan sarana dan prasarananya, maupun tempat tinggal anak. Selain itu juga lingkungan sekolah seperti sikap guru, kelengkapan sekolah, dll.
Menurut Verauli, bakat anak bersifat majemuk, tergantung peran orangtua untuk membantu mengarahkan potensi yang dimiliki si anak, dapat mencakup, antara lain:
1.    bakat musik;
2.    berpikir logis matematis;
3.    interpersonal;
4.    intrapersonal, dan sebagainya
Penyebab utama bakat-bakat tidak tampil, alias terpendam hingga dewasa, antara lain:
1.    Ketidakpekaan orangtua terhadap bakat buah hatinya;
2.    Tempat tinggal atau lingkungan yang minim fasilitas penunjang;
3.    Lemahnya atau kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Minat dan bakat memiliki perbedaan. Di sinilah orangtua harus mampu melihat, apakah si kecil memang berbakat terhadap sesuatu atau hanya sekedar berminat saja. “Misalnya, si kecil menunjukkan ketertarikan pada golf. Ketika dibawa ke lapangan golf, jika ia memegang stik bola dan antusias untuk bermain, dapat dipastikan ia berbakat. Tapi, jika ketertarikannya hanya sesaat saja, berarti itu hanya minat.

Anak yang berbakat, lanjutnya, biasanya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan cerdas. Ciri-ciri anak berbakat, antara lain:
1.    Dapat dengan mudah menangkap informasi yang disajikan;
2.    Memiliki ingatan yang baik;
3.    Memiliki penalaran tajam;
4.    Mampu berkonsentrasi dan senang mempelajarinya.
Orangtua harus tahu perbedaan antara anak yang cerdas dan kreatif.. Anak yang cerdas belum tentu kreatif. Begitu juga sebaliknya, anak yang kreatif belum tentu cerdas.”
Anak yang kreatif, biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar, punya banyak ide dan gagasan, serta mampu mengembangkan ide dan gagasannya tersebut. Ia juga memiliki daya imajinasi yang kuat, serta selalu senang mencoba hal-hal baru.

2.    Aspek dan karakteristik
Anak-anak berbakat istimewa secara alami memiliki karakteristik yang khas yang membedakannya dengan anak-anak normal. Karakteristik ini mencakup beberapa domain penting, termasuk di dalamnya : domain intelektual-koginitif, domain persepsi-emosi, domain motivasi dan nilai-nilai hidup, domain aktifitas, serta domain relasi sosial. Berikut disarikan beberapa karakteristik yang paling sering diidentifikasi terdapat pada anak berbakat istimewa pada masing-masing domain diatas. Namun demikian perlu dicatat bahwa tidak semua anak-anak berbakat istimewa (gifted) selalu menunjukkan atau memiliki semua karakteristik yang disebutkan di dalam daftar ini.

KARAKTERISTIK INTELEKTUAL-KOGNITIF
1.    Menunjukkan atau memiliki ide-ide yang orisinal, gagasan-gagasan yang tidak lazim, pikiran-pikiran kreatif.
2.    Mampu menghubungkan ide-ide yang nampak tidak berkaitan menjadi suatu konsep yang utuh.
3.    Menunjukkan kemampuan bernalar yang sangat tinggi.
4.    Mampu menggeneralisir suatu masalah yang rumit menjadi suatu hal yang sederhana dan mudah dipahami.
5.    Memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam memecahkan masalah.
6.    Menunjukkan daya imajinasi yang luar biasa.
7.    Memiliki perbendaharaan kosakata yang sangat kaya dan mampu mengartikulasikannya dengan baik.
8.    Biasanya fasih dalam berkomunikasi lisan, senang bermain atau merangkai kata-kata.
9.    Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang diberikan.
10.    Memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) yang kuat.
11.    Mampu menangkap ide-ide abstrak dalam konsep matematika dan/atau sains.
12.    Memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat.
13.    Banyak gagasan dan mampu menginspirasi orang lain.
14.    Memikirkan sesuatu secara kompleks, abstrak, dan dalam.
15.    Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam waktu yang bersamaan dan cepat mengaitkan satu dengan yang lainnya.
KARAKTERISTIK PERSEPSI/EMOSI
1.    Sangat peka perasaannya.
2.    Menunjukkan gaya bercanda atau humor yang tidak lazim (sinis, tepat sasaran dalam menertawakan sesuatu hal tapi tanpa terasa dapat menyakiti perasaan orang lain).
3.    Sangat perseptif dengan beragam bentuk emosi orang lain (peka dengan sesuatu yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain).
4.    Memiliki perasaan yang dalam atas sesuatu.
5.    Peka dengan adanya perubahan kecil dalam lingkungan sekitar (suara, aroma, cahaya).
6.    Pada umumnya introvert.
7.    Memandang suatu persoalan dari berbagai macam sudut pandang.
8.    Sangat terbuka dengan pengalaman atau hal-hal baru
9.    Alaminya memiliki ketulusan hati yang lebih dalam dibanding anak lain.
KARAKTERISTIK MOTIVASI DAN NILAI-NILAI HIDUP
1.    Menuntut kesempurnaan dalam melakukan sesuatu (perfectionistic).
2.    Memiliki dan menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri sendiri dan orang lain.
3.    Memiliki rasa ingin tahu dan kepenasaran yang sangat tinggi.
4.    Sangat mandiri, sering merasa tidak perlu bantuan orang lain, tidak terpengaruh oleh hadiah atau pujian dari luar untuk melakukan sesuatu (self driven).
5.    Selalu berusaha mencari kebenaran, mempertanyakan dogma, mencari makna hidup.
6.    Melakukan sesuatu atas dasar nilai-nilai filsafat yang seringkali sulit dipahami orang lain.
7.    Senang menghadapi tantangan, pengambil risiko, menunjukkan perilaku yang dianggap “nyerempet-nyerempet bahaya” .
8.    Sangat peduli dengan moralitas dan nilai-nilai keadilan, kejujuran, integritas.
9.    Memiliki minat yang beragam dan terentang luas.

KARAKTERISTIK AKTIFITAS
1.    Punya energi yang seolah tak pernah habis, selalu aktif beraktifitas dari satu hal ke hal lain tanpa terlihat lelah.
2.    Sulit memulai tidur tapi cepat terbangun, waktu tidur yang lebih sedikit dibanding anak normal.
3.    Sangat waspada.
4.    Rentang perhatian yang panjang, mampu berkonsentrasi pada satu persoalan dalam waktu yang sangat lama.
5.    Tekun, gigih, pantang menyerah.
6.    Cepat bosan dengan situasi rutin, pikiran yang tidak pernah diam, selalu memunculkan hal-hal baru untuk dilakukan.
7.    Spontanitas yang tinggi.
KARAKTERISTIK RELASI SOSIAL
1.    Umumnya senang mempertanyakan atau menggugat sesuatu yang telah mapan.
2.    Sulit melakukan kompromi dengan pendapat umum.
3.    Merasa diri berbeda, lebih maju dibanding orang lain, merasa sendirian dalam berpikir atau pada saat merasakan suatu bentuk emosi.
4.    Sangat mudah jatuh iba, empatik, senang membantu.
5.    Lebih senang dan merasa nyaman untuk berteman atau berdiskusi dengan orang-orang yang usianya jauh lebih tua.
B.Instrumen dan pengamatan
Instrument yang saya gunakan adalah wawancara siswa dan orangtua siswa. Saya  mewawancarai yang pertama bernama :
Nama        : Putri intan kumala
Kelas        : II (dua)
Sekolah    : SDN 21 cakranegara

Instrument pertanyaan
No.    Pertanyaan    Jawaban
Orang tua    Siswa
1.     Bagaimana hasil belajar siswa?     Hasil belajar intan selama sekolah sangat baik, setiap semesteran selalu mendapatkan rangking satu.
2.    Siapa yang berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa?    Kedua orang tua intan dan guru disekolah
3.    Mata pelajaran apa yang mendapat nilai terbaik?    Bahasa Indonesia, matematika, ipa
4.     Apa yang sering dikerjakan siswa disekolah?        Saat jam istirahat intan selalu bermain bersama teman-temannya dilapangan sekolah
5.    Dimana tempat yang sering dikunjungi siswa saat disekolah?        Lapangan sekolah, karena disekolah tersebut belum ada perpustakaannya
6.    apa yang menjadi cita-cita siswa?        Intan bercita-cita menjadi guru
7.    Apakah siswa sudah mulai mengarahkan diri untuk meraih cita-citanya?        Sudah, intan sering bermain bersama teman-temannya dan memperaktekkan dirinya sebagai guru
8.    Apa yang menjadi kegemaran siswa disekolah?        Bermain bulu tangkis, lompat tali
9.    Mata pelajaran apa yang paling disukai siswa?        Matematika
10.    Bagaimana nilai mata pelajaran tersebut?        Baik, mendapat nilai 90 dan 100
11.    Bagaimana perasaan siswa dalam mengikuti mata pelajaran tersebut?        Senang, karena pelajarannya berhitung
Siswa yang ke dua :
Nama         : Muhammad zaqy
Kelas         : V (lima)
Sekolah    : SD Integral lukman hakim
Instrument pertanyaan
No.    Pertanyaan    Jawaban
Orang tua    Siswa
1.     Bagaimana hasil belajar siswa?     .hasil belajar siswa baik, zaqi selalu masuk 10 besar
2.    Siapa yang berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa?    Oranng tua dan guru disekolah
3.    Mata pelajaran apa yang mendapat nilai terbaik?    Bahasa ingris dan penjaskes
4.     Apa yang sering dikerjakan siswa disekolah?        Main bola bersama teman-temannya
5.    Dimana tempat yang sering dikunjungi siswa saat disekolah?        Lapangan sepak bola
6.    apa yang menjadi cita-cita siswa?        Menjadi pemain sepak bola terkenal
7.    Apakah siswa sudah mulai mengarahkan diri untuk meraih cita-citanya?        Sudah, karena zaqy sering sekali main bola dan mata pelajaran penjaskes pelajaran yang disukai dan mendapat nilai baik di penjaskes
8.    Apa yang menjadi kegemaran siswa disekolah?        Main bola
9.    Mata pelajaran apa yang paling disukai siswa?        Bahasa inggris
penjaskes
10.    Bagaimana nilai mata pelajaran tersebut?        Nilainya baik karena mata pelajaran yagn disukai
11.    Bagaimana perasaan siswa dalam mengikuti mata pelajaran tersebut?        Senang  karena mata pelajaran olahraga

C. Analisis dan kesimpulan hasil pengamatan
•    Dari hasil wawancara dengan Intan dan ibu Suriati, dapat ditarik kesimpulan bahwa Intan memiliki hasil belajar yang sangat baik disekolahnya, dengan dukungan kedua orang tuanya yang menbuat intan semakin semangat untuk belajar. Mata pelajaran yang mendapat nilai terbaik adalah matematika, bahasa Indonesia dan Ipa, tapi Intan tidak merasa bosan dalam mengukiti mata pelajaran yang lain di kelas, seperti pelajaran Ips, Kewarganegaraan, agama, mulok, penjaskes. Intan menyukai pelajaran Matematika dan nilainya sangat bagus dipelajaran tersebut. Intan bercita-cita menjadi seorang guru, intan sering bermain dengan teman-temannya dan dia menjadi dan Intan berperan sebagai gurunya. Selain hasil belajar disekolahnya yang baik Intan juga memiliki bakat dalam tari, membaca puisi, dan piato, Intan juga sering mengikiti lomba di sekolah dan di lingkungan rumahnya. Sayangnya di SDN 21 Cakranegara tidak memiliki perpustakaan dan ekstrakulikuler untuk siswanya, jadi siswa disana tidak dapat mengembangkan bakatnya dengan baik. Jam istirahat hanya digunakan untuk bermain oleh siswa-siswanya dan duduk diam di kelas bagi siswa yang malas. Di sini peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan bakat anaknya karena di sekolahnya tidak memiliki lahan untuk mengembangkan bakat siswanya.

•    Dari hasil wawancara dengan zaqy dan orang tua zaqy dapat disimpulkan bahwa zaqy merupakan anak pintar disekolahnya dengan hasil belajar yang baik dan rengkingnya selalu masuk dalam 10 besar, dengan dukungan orang tua dan gurunya disekolah zaqy dapat belajar dengan baik, ditamba lagi dengan fasilitas disekolahnya, yang lengkap dengan perpustakaan dan siswa dapat mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan apa yang diinginkan. Zaqy menyukai pelajaran Bahasa Inggris dan Penjaskes, nilai Zaqy di pelajaran tersebut baik, yang sering dilakukan zaqy di sekolahnya selain belajar di kelas adalah bermain sepak bola bersama teman-temannya, Zaqy bercita-cita jadi pemain sepak bola terkenal, sehinggan Zaqy senang sekali bermain sepak bola, orang tua zaqy sangat mendukung cita-cita anaknya dengan menyiapkan semua fasiliata sepak bola buat anaknya. Sekolah zaqy juga menyiapkan ekstrakulikuler buat siswanya.jadi anak dapat mengembangkan bakat sesuai dengan apa yang diinginkan dan zaqy berbakat dalam olahraga yaitu bermain bola.

BAB III
PENUTUP
•    Kesimpulan dan saran
Dari hasil wawancara yang saya lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa bakat anak dapat dilihat dan dikembangkang dengan batuan orang-orang yang ada disekitarnya, lingkungan juga sangat berpengruh dalam perkembangan bakat yang dimiliki oleh anak. Sebagai orang tua hurus bisa membedakan antara bakat dan minat yang dimiliki anaknya, dengan demikian orangtua bisa menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk perkembangan bakat yang dimiliki oleh anaknya. Guru disekolah dan teman sepermainan anak sangat membantu perkembangan bakat anak tersebut. Orang tua yang tidak peka terhadap bakat yang dimiliki anaknya maka bakat yang dimiliki oleh anak tersebut tudak akan berkembang dan akan terpendam sampai ia dewasa.
Bagi guru dan kepala sekolah diharapka dapat menyediakan lahan untuk perkembangan bakat yang dimiliki oleh siswanya, seperti ekstrakulikuler yang dapat mengisi waktu kosong anak saat istirahat atau libur agar anak dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya. Dengan demikian anak bisa berprestasi tidak hanya di bidang akademiknya tetapi anak dapat juga berprestasi di bakat yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.shvoong.com/humanities/1896312-kenali-bakat-anak-sejak-dini/

http://giftedindonesia.wordpress.com/2008/04/23/karakteristik-anak-berbakat-istimewa-gifted-child/

http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/08/penilaian-afektif.pdf

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/10/08065762/Cara.Mengenali.dan.Mengasah.Bakat.Anak.

http://education-mantap.blogspot.com/2010/10/karakteristik-anak-berbakat-gifted.html

http://yulia-putri.blogspot.com/2010/05/karakteristik-anak-dengan-kebutuhan_1024.html

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s